Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

Puisi: Tentang Bangku Sekolah

pohon

Pohon Di tanah sunyi ia berdiri, akar menembus gelap bumi, diam tak banyak bicara, namun hidupnya penuh makna. Batangnya kokoh menahan waktu, dahan menjulur memeluk langit biru, daunnya berbisik saat angin datang, menceritakan kisah yang tak terbilang. Ia tak pernah berpindah arah, meski badai datang mematahkan resah, tetap teguh, tetap bertahan, menjadi saksi musim yang bergantian. Burung-burung singgah di peluknya, membangun rumah di antara rantingnya, memberi teduh bagi yang lelah, tanpa meminta balas sedikit pun sudah. Pohon mengajarkan arti memberi, tentang kuat tanpa harus tinggi, tentang diam yang penuh kekuatan, tentang hidup yang memberi kehidupan.

Puisi: Tentang kampung halaman

Puisi : Tentang Rumah

Rumah bukan sekadar dinding dan atap, ia adalah tempat hati menetap. Di sana tawa tumbuh tanpa batas, dan rindu pulang selalu terbalas. Pintu terbuka menyambut langkah, meski lelah datang tak terelak. Dalam hangatnya pelukan suasana, segala luka perlahan sirna. Rumah adalah cerita yang hidup, tentang cinta yang tak pernah redup. Tentang doa yang diam terucap, di setiap sudut yang tetap lekat. Tak harus megah atau sempurna, cukup ada rasa di dalamnya. Karena rumah sejati adanya, terletak pada hati yang saling menjaga. Dan ke mana pun kaki melangkah jauh, rumah akan selalu jadi tujuan yang utuh. Tempat kembali, tempat bernaung, dalam kasih yang tak pernah terhitung.

Puisi Tentang Tas

Di pundak ia setia bersandar, sebuah cerita bernama tas. Menemani langkah ke mana pergi, tanpa keluh, tanpa henti. Di dalamnya tersimpan harapan, buku, mimpi, dan masa depan. Beban berat pun ia terima, demi langkah yang terus melangkah. Tas tak pernah memilih isi, baik ringan ataupun penuh arti. Ia hanya diam dan setia, menjadi saksi perjalanan manusia. Kadang usang dimakan waktu, namun tetap kuat menanggung rindu. Tentang sekolah, tentang perjuangan, tentang hidup dan impian. Wahai tas yang sederhana, engkau teman tanpa suara. Dalam diam engkau mengajar, arti setia tanpa pamrih benar.

Waktu Yang Terus Bejalan

Tentang Waktu Di sebuah kota kecil, hiduplah seorang pemuda bernama Damar yang sering mengeluh tentang waktu. Baginya, waktu terasa lambat saat ia menunggu, tetapi terlalu cepat saat ia merasa bahagia. Ia sering berkata, “Seandainya aku bisa mengatur waktu sesuka hati.” Suatu sore, saat berjalan sendirian, Damar bertemu seorang kakek tua yang duduk di bangku taman. Wajahnya tenang, matanya penuh kebijaksanaan. Kakek itu bertanya, “Mengapa wajahmu terlihat gelisah, Nak?” Damar pun menjawab, “Aku lelah dengan waktu. Kadang ia berjalan lambat, kadang terlalu cepat. Aku ingin bisa mengendalikannya.” Kakek itu tersenyum lalu memberikan sebuah jam saku tua. “Cobalah gunakan ini. Tapi ingat, setiap pilihan memiliki akibat.” Dengan penuh rasa penasaran, Damar menerima jam itu. Keesokan harinya, saat ia merasa bosan di kelas, ia memutar jarum jam tersebut—dan tiba-tiba waktu melaju cepat. Pelajaran selesai dalam sekejap. Damar senang. Hari berikutnya, saat ia bersama teman-temannya, ia memutar ...

Padi🌾

Di hamparan sawah yang menghijau, padi tumbuh tenang merunduk syahdu. Ditiup angin ia bergoyang perlahan, seperti ombak kecil di lautan. Dari benih kecil ia bermula, tumbuh sabar menanti masa. Ditempa hujan dan panas mentari, hingga menguning indah berseri. Padi mengajarkan tanpa suara, bahwa tinggi tak harus angkuh adanya. Semakin berisi ia merunduk, penuh makna dalam sikap yang tunduk. Di balik butirnya tersimpan harapan, menjadi sumber kehidupan. Memberi makan tanpa meminta, tulus mengabdi untuk sesama. Wahai padi yang sederhana, engkau guru bagi manusia. Tentang rendah hati dan kesabaran, dalam menjalani kehidupan.

Seorang Pengembala Sapi 🐄

Cerita: Seorang Penggembala Sapi Di sebuah desa kecil yang dikelilingi perbukitan hijau, hiduplah seorang penggembala sapi bernama Arman. Setiap pagi, sebelum matahari sepenuhnya terbit, ia sudah bangun dan bersiap mengantar sapi-sapinya menuju padang rumput. Dengan tongkat kayu di tangan dan topi sederhana di kepala, Arman berjalan perlahan di depan kawanan sapinya. Ia mengenal setiap sapi yang ia pelihara—dari yang paling jinak hingga yang paling nakal. Baginya, mereka bukan sekadar hewan, tetapi bagian dari hidupnya. Hari-hari Arman dihabiskan di padang luas. Ia duduk di bawah pohon rindang sambil memperhatikan sapi-sapinya merumput dengan tenang. Kadang ia bersiul pelan, kadang berbicara sendiri, seolah alam menjadi sahabatnya. Meski terlihat sederhana, hidupnya penuh kedamaian. Suatu hari, seekor sapi kecil tersesat jauh dari kawanan. Arman panik, namun ia tidak menyerah. Ia menyusuri semak-semak dan lereng bukit, memanggil dengan suara lembut hingga akhirnya menemukan sapi kecil ...

Domba Di Padang Rumput Yang Hijau 🐑

Di hamparan luas yang menghijau, domba-domba berjalan bersahut lembut merdu. Rumput segar membelai langkahnya, angin pagi menyapa penuh cinta. Langit biru jadi atap dunia, mentari hangat menyinari mereka. Tenang hidup tanpa beban, dalam damai yang begitu mendalam. Suara embik terdengar perlahan, mengalun seperti nyanyian alam. Langkah kecil penuh ketulusan, mengikuti jalan tanpa keraguan. Domba di padang rumput hijau, gambaran hidup yang damai dan syahdu. Mengajarkan hati untuk berserah, dan menemukan tenang dalam sederhana. Di sana waktu seakan berhenti, hanya ada damai dan harmoni. Sebuah lukisan hidup yang nyata, tentang keindahan tanpa dusta.

Ikan Emas 🐠

Ikan Emas Di air jernih ia berenang, seekor ikan emas yang riang. Siripnya lembut bagai cahaya, berkilau indah memikat mata. Geraknya lincah penuh pesona, menari pelan di antara arusnya. Seolah membawa cerita tenang, dari dunia air yang damai dan lapang. Warna emasnya bersinar terang, bagai harapan yang tak pernah hilang. Di dalam diam ia mengajarkan, arti hidup penuh ketenangan. Ikan emas, kecil namun berarti, menghias dunia dengan harmoni. Meski hidup di ruang terbatas, ia tetap bebas dalam gerak yang lepas. Dan dalam riak air yang tenang, kisahnya terus mengalun panjang. Tentang keindahan yang sederhana, yang hadir tanpa banyak kata.

Bunga Melati

Di pagi hening ia merekah, putih bersih penuh berkah. Bunga melati sederhana rupa, namun harum semerbak terasa. Tak mencolok seperti yang lain, namun indahnya lembut dan murni. Ia hadir tanpa kesombongan, membawa damai dalam keheningan. Kelopaknya kecil penuh makna, melambangkan hati yang setia. Kesucian terpancar dari dirinya, seperti cinta yang tulus adanya. Melati tak butuh pujian, untuk menunjukkan keindahan. Karena yang sejati akan terasa, meski hadirnya begitu sederhana. Dan saat angin membawa harum, namanya tetap hidup tak redup. Bunga melati, lambang ketulusan, abadi dalam setiap kenangan.

Bunga mawar 🌹

Di taman sunyi ia bermekar, anggun berdiri, bunga mawar. Kelopaknya lembut penuh pesona, menyimpan cinta dalam warnanya. Merahnya berbisik tentang rindu, putihnya suci tanpa semu. Harumnya menyapa hati yang lelah, membawa damai yang tak terarah. Namun di balik indahnya rupa, tersimpan duri yang setia menjaga. Mengajarkan arti kehidupan, bahwa indah tak lepas dari ujian. Mawar tak hanya sekadar bunga, ia adalah simbol rasa. Tentang cinta yang tulus dan dalam, meski kadang harus terluka diam. Dan saat kelopaknya gugur perlahan, ia tetap meninggalkan kenangan. Bahwa keindahan yang pernah ada, akan hidup selamanya di jiwa.

Piano

Di sudut ruang ia terdiam, hitam putih dalam kedamaian malam. Piano menunggu sentuhan jiwa, untuk menghidupkan nada yang lama. Tuts-tutsnya bagai cerita, antara terang dan juga duka. Saat jemari mulai menari, lahirlah lagu dari hati. Kadang lembut seperti angin, kadang deras bagai hujan dingin. Setiap irama punya makna, tentang cinta dan luka yang sama. Piano tak pernah berbicara, namun suaranya penuh bahasa. Mengalun jauh menembus rasa, menyentuh jiwa tanpa jeda. Dan ketika lagu pun usai, hening kembali pun mengalun damai. Namun nada yang pernah hidup, tetap tinggal di relung kalbu.

Biola

Di antara sunyi yang panjang, terdengar lirih suara yang tenang. Biola bernyanyi dalam diam, mengalun lembut menembus malam. Gesekan busur penuh perasaan, menyentuh jiwa tanpa ucapan. Setiap nada mengisahkan cerita, tentang cinta, luka, dan air mata. Ia menangis dalam irama, namun indah di setiap gema. Seolah luka menjadi melodi, yang menguatkan hati yang sepi. Biola, kecil namun bermakna, menyimpan dunia dalam suaranya. Mengajarkan bahwa kesedihan, bisa berubah menjadi keindahan. Dan saat nadanya perlahan reda, tersisa hening yang penuh makna. Namun di hati yang pernah mendengar, biola itu akan tetap bergetar.

Gitar🎸

Di pangkuan sunyi ia bersandar, sebuah kisah bernama gitar. Dawai-dawainya menanti sentuhan, mengalun lembut jadi ungkapan. Petikan kecil jadi suara hati, mengalir pelan penuh arti. Kadang riang, kadang merana, semua rasa tumpah di sana. Kayunya diam namun bicara, tentang rindu yang tak bersuara. Tentang mimpi yang ingin terbang, dan harapan yang tak pernah hilang. Gitar, sahabat di kala sepi, menemani jiwa yang sendiri. Dalam nadanya kita temukan, cerita hidup yang tersembunyi. Dan saat lagu mulai berakhir, senyap kembali pun menghampir. Namun gema nadanya tetap tinggal, di hati yang tak pernah gagal.

Puisi Tentang Lampu Pelita

Lampu Pelita Di sudut sunyi ia menyala, kecil, namun penuh makna. Lampu pelita setia menerangi, meski angin malam mencoba menguji. Cahayanya tak pernah angkuh, redup, tapi tak pernah runtuh. Ia hadir di tengah gelap yang pekat, menjadi harapan yang tetap hangat. Dalam diam ia memberi arah, menuntun langkah yang hampir menyerah. Tak meminta pujian atau balas, hanya ingin gelap perlahan lepas. Seperti pelita dalam kehidupan, yang setia memberi penerangan. Walau kecil dan sering terlupa, namun jasanya tak ternilai harganya. Biarlah kita belajar darinya, menjadi terang bagi sesama. Meski sederhana dan tak sempurna, namun mampu memberi cahaya.

Puisi Tentang Masa Lalu

Jejak Masa Lalu Masa lalu berjalan pelan di ingatan, menyapa hati tanpa permintaan. Ia hadir dalam sunyi yang dalam, membawa kisah yang tak pernah padam. Ada tawa yang masih terdengar, meski waktu telah jauh berlayar. Ada luka yang belum sepenuhnya reda, tersimpan rapi di balik cerita. Langkah-langkah kecil yang pernah salah, menjadi pelajaran yang tak pernah kalah. Air mata yang dulu jatuh diam, kini menjelma kekuatan yang dalam. Masa lalu bukan untuk disesali, melainkan untuk dipahami dan dimengerti. Ia adalah guru tanpa suara, yang mengajarkan arti hidup sebenarnya. Biarlah ia menjadi jejak yang tertinggal, bukan beban yang terus mengganjal. Karena dari masa lalu kita belajar, untuk melangkah lebih bijak dan sabar.

Masa Dewasa

Masa Dewasa Masa dewasa datang tanpa aba-aba, tak seperti mimpi yang dulu penuh warna. Ia hadir membawa tanya dan tanggung jawab, mengganti tawa ringan menjadi langkah yang mantap. Di pundak, beban mulai terasa nyata, bukan lagi sekadar cerita atau kata. Keputusan tak bisa lagi ditunda, setiap pilihan punya arah dan makna. Hari-hari tak selalu cerah berseri, kadang redup, bahkan terasa sepi. Namun di situlah jiwa ditempa, belajar kuat meski luka menyapa. Masa dewasa bukan tentang sempurna, melainkan berani bangkit setiap terluka. Tentang belajar ikhlas dan memahami, bahwa hidup tak selalu sesuai mimpi. Dan di balik lelah yang sering terpendam, tersimpan harapan yang tetap menyala diam. Karena dewasa adalah perjalanan panjang, menjadi diri yang kuat, tulus, dan matang.

Tumbuhan Putri Nalu

Tumbuhan Putri Nalu Di sudut hutan yang sunyi dan teduh, tumbuhlah ia tanpa banyak keluh, putri nalu, lembut dan anggun, menari pelan disentuh embun. Daunnya hijau bagai harapan, mekar bunganya penuh keindahan, meski kecil, ia tak terabaikan, menyimpan pesan dalam kehidupan. Akar menancap kuat ke bumi, mengajarkan arti tetap berdiri, walau angin datang silih berganti, ia tetap tegar menjaga diri. Putri nalu, tumbuhan sederhana, namun sarat makna yang mulia, tentang kesabaran dan setia, dalam sunyi ia tetap bercahaya. 🌿

Alam

Nyanyian Alam Di pagi sunyi yang berselimut embun, alam berbisik dalam lembutnya angin, daun-daun menari tanpa keluh, menyambut mentari yang perlahan bangun. Gunung berdiri dengan gagahnya diam, menyimpan cerita dari zaman ke zaman, sungai mengalir bagai nyanyian alam, membawa rindu menuju lautan dalam. Langit biru terbentang tanpa batas, awan berarak bagai lukisan lepas, burung-burung terbang bebas di atas, menghiasi dunia dengan nada yang khas. Wahai alam, rumah segala kehidupan, kau beri nafas tanpa balasan, namun sering manusia lupa menjaga keindahan, hingga kau menangis dalam kerusakan. Biarlah puisi ini jadi pengingat, bahwa kita hanyalah tamu sesaat, jagalah alam dengan hati yang kuat, agar indahnya tetap lestari dan hangat. 🌿

Seekor Burung Merpati

Burung Merpati Di langit biru yang luas membentang, terbanglah kau dengan sayap tenang, wahai merpati putih nan terang, membawa damai dalam setiap kepakan. Lembut bulumu bagai awan pagi, matamu jernih penuh harmoni, kau hinggap di dahan tanpa benci, seolah dunia ini penuh kasih abadi. Terbanglah tinggi tanpa ragu, menembus angin, menggapai waktu, kau ajarkan arti hidup yang satu— damai di hati, meski dunia tak selalu begitu. Merpati kecil, simbol harapan, hadirmu membawa ketenangan, di setiap langkah dan perjalanan, kau bisikkan arti kedamaian. 🕊️

Seorang Guru Agama katolik

Di sebuah sekolah kecil di pinggiran kota, hiduplah seorang guru agama Katolik bernama Maria. Ia bukan hanya dikenal karena kepintarannya mengajar, tetapi juga karena kelembutan hatinya yang mampu menyentuh siapa saja yang mengenalnya. Setiap pagi, Maria datang lebih awal. Ia berdiri di depan kelas dengan senyum yang hangat, menyapa murid-muridnya satu per satu. Baginya, mengajar bukan sekadar menyampaikan pelajaran tentang iman, tetapi tentang bagaimana hidup dengan kasih, seperti yang diajarkan oleh Yesus. Suatu hari, seorang murid bernama Daniel tampak murung. Ia sering duduk di pojok kelas, tidak bersemangat mengikuti pelajaran. Maria memperhatikannya. Setelah kelas selesai, ia menghampiri Daniel dengan penuh perhatian. “Ada yang ingin kamu ceritakan?” tanya Maria dengan suara lembut. Daniel menunduk. Dengan suara pelan, ia berkata bahwa keluarganya sedang mengalami masalah, dan ia merasa sendirian. Maria mendengarkan tanpa menghakimi. Ia tidak memberi nasihat panjang, hanya mengge...

Pejuang Seorang Ayah

Perjuangan Seorang Ayah Di balik senyap pagi yang belum bernyawa, ia telah melangkah tanpa banyak kata, menggendong harapan di pundaknya yang renta, demi senyum anak yang jadi cahaya. Tangannya kasar, penuh luka dan cerita, keringatnya jatuh seperti doa tanpa suara, tak pernah ia hitung lelah yang menyiksa, karena cinta telah mengalahkan segalanya. Langkahnya berat, namun tak pernah berhenti, meski dunia sering tak berpihak lagi, ia tetap berdiri, tegar menghadapi, menjadi pelindung di setiap badai yang datang menghampiri. Ayah, namamu tak selalu terucap, jasamu sering tenggelam dalam gelap, namun di setiap nafasku yang tetap, ada perjuanganmu yang tak pernah lenyap. 🌿

Seekor burung kenari

Burung Kenari Di pagi yang lembut berseri, terdengar nyanyian merdu sekali, dari seekor kecil bersayap kuning, burung kenari yang riang dan bening. Ia melompat dari ranting ke ranting, membawa lagu tanpa henti berdering, seolah dunia miliknya sendiri, tanpa beban, tanpa rasa sepi. Suaramu, wahai kenari kecil, mengalun halus, menyentuh hati yang sunyi, mengusir resah yang diam bersembunyi, membawa damai di setiap pagi. Meski tubuhmu tampak rapuh, semangatmu tak pernah runtuh, kau ajarkan arti kebebasan, meski dunia kadang membatasi langkah dan angan. Burung kenari, simbol bahagia, yang bernyanyi tanpa pura-pura, mengajarkan hidup dengan sederhana, namun penuh warna dan rasa.

Pensil ajaib

Pensil Ajaib Di sudut meja ia terdiam, tampak biasa tanpa kilau yang tajam, namun saat digenggam penuh rasa, ia berubah menjadi penuh kuasa. Pensil ajaib, begitu ia disebut, menghidupkan mimpi yang sempat surut, setiap garisnya bukan sekadar coretan, melainkan harapan yang menemukan jalan. Ia bisa menggambar langit berwarna, meski hari sedang penuh luka, ia mampu menulis kisah indah, meski hati sedang gelisah. Ajaibnya bukan pada bentuknya, bukan pula pada kayu dan tintanya, melainkan pada tangan yang percaya, bahwa mimpi bisa jadi nyata. Jika garisnya salah, ia tak marah, penghapus datang menghapus resah, mengajarkan bahwa dalam kehidupan, kesalahan adalah bagian dari perjalanan. Pensil ajaib itu ada di dirimu, di setiap niat dan langkah barumu, selama kau berani mencoba dan percaya, hidupmu pun akan penuh keajaiban nyata.

bulpen

Bulpen Di genggaman kecil ia setia, menari di atas lembaran cerita, tinta mengalir tanpa suara, namun mampu mengubah dunia. Bulpen, sederhana rupanya, namun tajam makna di ujungnya, ia menulis harapan dan luka, mengabadikan rasa yang tak terucap kata. Kadang ia mencatat mimpi, kadang pula menyimpan sepi, setiap goresannya adalah jejak, dari hati yang ingin didengar banyak. Ia tak pernah memilih cerita, baik suka maupun duka, semua diterimanya dengan setia, menjadi saksi perjalanan manusia. Bulpen mengajarkan tentang arti, bahwa hal kecil pun bisa berarti, selama ia terus memberi warna, pada dunia yang penuh cerita.

buku

Buku Di balik sampul yang sederhana, tersimpan dunia tanpa batas makna, lembar demi lembar membuka cerita, membawa jiwa berkelana tanpa jeda. Buku adalah jendela sunyi, yang bicara tanpa harus bersuara nyaring, ia mengajak berpikir dan merasa, tentang hidup, cinta, dan semesta. Dalam huruf-huruf yang tersusun rapi, ada harapan, ada mimpi, kadang tawa, kadang air mata, semuanya hidup di dalamnya. Saat dunia terasa bising, buku datang menenangkan hati yang asing, menjadi teman di kala sepi, yang setia tanpa pernah pergi. Buku bukan sekadar kertas dan tinta, ia adalah cahaya penuntun rasa, yang mengajarkan arti memahami, dan membawa kita lebih mengenal diri.

pohon

Pohon Di tanah sunyi ia berdiri, akar menembus gelap bumi, diam tak banyak bicara, namun hidupnya penuh makna. Batangnya kokoh menahan waktu, dahan menjulur memeluk langit biru, daunnya berbisik saat angin datang, menceritakan kisah yang tak terbilang. Ia tak pernah berpindah arah, meski badai datang mematahkan resah, tetap teguh, tetap bertahan, menjadi saksi musim yang bergantian. Burung-burung singgah di peluknya, membangun rumah di antara rantingnya, memberi teduh bagi yang lelah, tanpa meminta balas sedikit pun sudah. Pohon mengajarkan arti memberi, tentang kuat tanpa harus tinggi, tentang diam yang penuh kekuatan, tentang hidup yang memberi kehidupan.

Ayah dan ibu

Ayah dan Ibu Di balik langkahku yang sederhana, ada doa yang tak pernah bersuara, dari dua hati yang penuh cinta, ayah dan ibu—penjaga jiwa. Ayah… engkau seperti langit yang luas, diam, namun meneduhkan tanpa batas, keringatmu jatuh tanpa keluh, demi masa depan yang kau tabuh. Ibu… engkau laksana pelita malam, hangatmu menembus dingin yang kelam, dalam dekapanmu aku belajar kuat, dalam doamu aku selalu terjaga selamat. Kalian adalah rumah yang tak terganti, tempat pulang saat hati tersakiti, meski dunia kadang tak berpihak, cinta kalian tetap utuh, tak retak. Jika kelak waktu memisahkan jarak, dan aku berjalan semakin jauh melangkah, aku akan tetap membawa nama kalian, dalam doa, dalam setiap harapan. Ayah dan ibu, terima kasih atas segalanya, cinta kalian adalah alasan, aku terus melangkah… tanpa menyerah.

pergaulan di masa remaja

Masa Depan Di ufuk waktu yang belum bernama, langkah-langkah kecil mulai bercerita, tentang mimpi yang diam-diam tumbuh, di antara ragu yang kadang rapuh. Masa depan bukan sekadar nanti, ia hidup dalam detik hari ini, pada pilihan yang kita ukir perlahan, pada harapan yang tak pernah padam. Akan ada jalan yang berliku, dan malam yang terasa kelu, namun bintang tak pernah ingkar cahaya, ia tetap bersinar walau gelap menyapa. Jika hari ini terasa berat, ingatlah—langit tak selalu pekat, akan tiba pagi yang membawa terang, menghapus lelah, menumbuhkan tenang. Masa depan bukan untuk ditunggu, melainkan untuk diperjuangkan selalu, dengan hati yang tetap percaya, bahwa esok… akan lebih bermakna.

masa depan

Di ufuk waktu yang belum bernama, langkah-langkah kecil mulai bercerita, tentang mimpi yang diam-diam tumbuh, di antara ragu yang kadang rapuh. Masa depan bukan sekadar nanti, ia hidup dalam detik hari ini, pada pilihan yang kita ukir perlahan, pada harapan yang tak pernah padam. Akan ada jalan yang berliku, dan malam yang terasa kelu, namun bintang tak pernah ingkar cahaya, ia tetap bersinar walau gelap menyapa. Jika hari ini terasa berat, ingatlah—langit tak selalu pekat, akan tiba pagi yang membawa terang, menghapus lelah, menumbuhkan tenang. Masa depan bukan untuk ditunggu, melainkan untuk diperjuangkan selalu, dengan hati yang tetap percaya, bahwa esok… akan lebih bermakna.

perjalanan hidup yg liku-liku

Perjalanan hidup manusia di dunia ini ada yg akan menghadapi tantangan dan rintangan yang sili berganti.. Ada yang datang secara tiba-tiba dan ada yang datang Datang dengan Fersi masing-masing?masing ,, Walaupun kita belum siap tetapi kita harus siap untuk hadapi semuanya.. Begitulah perjalanan hidup