Piano
Di sudut ruang ia terdiam,
hitam putih dalam kedamaian malam.
Piano menunggu sentuhan jiwa,
untuk menghidupkan nada yang lama.
Tuts-tutsnya bagai cerita,
antara terang dan juga duka.
Saat jemari mulai menari,
lahirlah lagu dari hati.
Kadang lembut seperti angin,
kadang deras bagai hujan dingin.
Setiap irama punya makna,
tentang cinta dan luka yang sama.
Piano tak pernah berbicara,
namun suaranya penuh bahasa.
Mengalun jauh menembus rasa,
menyentuh jiwa tanpa jeda.
Dan ketika lagu pun usai,
hening kembali pun mengalun damai.
Namun nada yang pernah hidup,
tetap tinggal di relung kalbu.
Komentar
Posting Komentar