Postingan
pohon
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pohon Di tanah sunyi ia berdiri, akar menembus gelap bumi, diam tak banyak bicara, namun hidupnya penuh makna. Batangnya kokoh menahan waktu, dahan menjulur memeluk langit biru, daunnya berbisik saat angin datang, menceritakan kisah yang tak terbilang. Ia tak pernah berpindah arah, meski badai datang mematahkan resah, tetap teguh, tetap bertahan, menjadi saksi musim yang bergantian. Burung-burung singgah di peluknya, membangun rumah di antara rantingnya, memberi teduh bagi yang lelah, tanpa meminta balas sedikit pun sudah. Pohon mengajarkan arti memberi, tentang kuat tanpa harus tinggi, tentang diam yang penuh kekuatan, tentang hidup yang memberi kehidupan.
Puisi : Tentang Rumah
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Rumah bukan sekadar dinding dan atap, ia adalah tempat hati menetap. Di sana tawa tumbuh tanpa batas, dan rindu pulang selalu terbalas. Pintu terbuka menyambut langkah, meski lelah datang tak terelak. Dalam hangatnya pelukan suasana, segala luka perlahan sirna. Rumah adalah cerita yang hidup, tentang cinta yang tak pernah redup. Tentang doa yang diam terucap, di setiap sudut yang tetap lekat. Tak harus megah atau sempurna, cukup ada rasa di dalamnya. Karena rumah sejati adanya, terletak pada hati yang saling menjaga. Dan ke mana pun kaki melangkah jauh, rumah akan selalu jadi tujuan yang utuh. Tempat kembali, tempat bernaung, dalam kasih yang tak pernah terhitung.
Puisi Tentang Tas
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Di pundak ia setia bersandar, sebuah cerita bernama tas. Menemani langkah ke mana pergi, tanpa keluh, tanpa henti. Di dalamnya tersimpan harapan, buku, mimpi, dan masa depan. Beban berat pun ia terima, demi langkah yang terus melangkah. Tas tak pernah memilih isi, baik ringan ataupun penuh arti. Ia hanya diam dan setia, menjadi saksi perjalanan manusia. Kadang usang dimakan waktu, namun tetap kuat menanggung rindu. Tentang sekolah, tentang perjuangan, tentang hidup dan impian. Wahai tas yang sederhana, engkau teman tanpa suara. Dalam diam engkau mengajar, arti setia tanpa pamrih benar.
Waktu Yang Terus Bejalan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tentang Waktu Di sebuah kota kecil, hiduplah seorang pemuda bernama Damar yang sering mengeluh tentang waktu. Baginya, waktu terasa lambat saat ia menunggu, tetapi terlalu cepat saat ia merasa bahagia. Ia sering berkata, “Seandainya aku bisa mengatur waktu sesuka hati.” Suatu sore, saat berjalan sendirian, Damar bertemu seorang kakek tua yang duduk di bangku taman. Wajahnya tenang, matanya penuh kebijaksanaan. Kakek itu bertanya, “Mengapa wajahmu terlihat gelisah, Nak?” Damar pun menjawab, “Aku lelah dengan waktu. Kadang ia berjalan lambat, kadang terlalu cepat. Aku ingin bisa mengendalikannya.” Kakek itu tersenyum lalu memberikan sebuah jam saku tua. “Cobalah gunakan ini. Tapi ingat, setiap pilihan memiliki akibat.” Dengan penuh rasa penasaran, Damar menerima jam itu. Keesokan harinya, saat ia merasa bosan di kelas, ia memutar jarum jam tersebut—dan tiba-tiba waktu melaju cepat. Pelajaran selesai dalam sekejap. Damar senang. Hari berikutnya, saat ia bersama teman-temannya, ia memutar ...
Padi🌾
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Di hamparan sawah yang menghijau, padi tumbuh tenang merunduk syahdu. Ditiup angin ia bergoyang perlahan, seperti ombak kecil di lautan. Dari benih kecil ia bermula, tumbuh sabar menanti masa. Ditempa hujan dan panas mentari, hingga menguning indah berseri. Padi mengajarkan tanpa suara, bahwa tinggi tak harus angkuh adanya. Semakin berisi ia merunduk, penuh makna dalam sikap yang tunduk. Di balik butirnya tersimpan harapan, menjadi sumber kehidupan. Memberi makan tanpa meminta, tulus mengabdi untuk sesama. Wahai padi yang sederhana, engkau guru bagi manusia. Tentang rendah hati dan kesabaran, dalam menjalani kehidupan.