Puisi Tentang Tas


Di pundak ia setia bersandar,
sebuah cerita bernama tas.
Menemani langkah ke mana pergi,
tanpa keluh, tanpa henti.
Di dalamnya tersimpan harapan,
buku, mimpi, dan masa depan.
Beban berat pun ia terima,
demi langkah yang terus melangkah.
Tas tak pernah memilih isi,
baik ringan ataupun penuh arti.
Ia hanya diam dan setia,
menjadi saksi perjalanan manusia.
Kadang usang dimakan waktu,
namun tetap kuat menanggung rindu.
Tentang sekolah, tentang perjuangan,
tentang hidup dan impian.
Wahai tas yang sederhana,
engkau teman tanpa suara.
Dalam diam engkau mengajar,
arti setia tanpa pamrih benar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Rintik Hujan"

"perjalanan hidup"

Biola